Home / Kriminal / Jangan Acuhkan Disabilitas

Jangan Acuhkan Disabilitas

Fasilitas yang dikasihkan pada pihak pengurus atlet Pekan Olahraga Nasional alias PON serta atlet disabilitas pada daerah Sumsel bagaikan siang dan malam. Atlet disabilitas mendapatkan perlakuan seperti anak yang disia-siakan.

Buakan Cuma mengonsumsi makanan bekas atlet PON, mereka pun tidak memperoleh uang saku satu rupiah saja saat turut serta dalam kegiatan pemusatan latihan daerah. Tidak sama dengan atlet PON yang diberikan uang saku sebesar empat koma lima juta rupiah satu bulannya.

Cerita tersebut dikatakan oleh Heru Ramdani dua puluh Sembilan tahun, seorang atlet disabilitas cabang tolak peluru. Dirinya menceritakan, keadaan atlet disabilitas yang dinaungi oleh National Paralympic Committee (NPC) Sumsel, amat mengenaskan nasibnya. Malahan, prestasi atlet disabilitas yang berasal dari kawasan tersebut bisa diperbandingkan dengan tingkat nasional.

Karena tidak mempunyai uang, semenjak dua bulan belakangan Heru malahan tak berani pulang berjumpa dengan istrinya yang bertempat tinggal di Pagaralam. Dirinya pun tidak dapat memberikan kiriman uang buat mencukupi keperluan keluarga yang berada di rumah. Bukan hanya sebatas itu saja, semua atlet disabilitas pun wajib mempersiapkan sendiri alat-alat olahraga, misalnya sepatu, kostum, serta alat pelatihan. Perlengkapan tersebut mereka dapatkan dengan membeli memakai uang pribadinya.

About admin