Home / Berita Umum / Majelis Hakim Menanyakan Keadaan Karen Yang Tampak Saat Persidangan

Majelis Hakim Menanyakan Keadaan Karen Yang Tampak Saat Persidangan

Majelis Hakim Menanyakan Keadaan Karen Yang Tampak Saat Persidangan  РEks Dirut Pertamina, Karen Agustiawan ajukan surat permintaan rawat inap saat dua hari sebab sakit. Majelis hakim menanyakan keadaan Karen yang tampak sehat saat persidangan.

Pengacara Karen telah ajukan surat permintaan pada Kamis (31/1) untuk rawat inap Karen di RSPAD saat dua hari. Karen mengakui mesti dirawat inap sebab alami sakit di bagian otak.

“Saya seringkali vertigo, nyatanya divena pembuluh dibalik otak ada penyumbatan, hingga otak kanan saya tidak dapat kerja seutuhnya,” jawab Karen pada hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jl. Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019).

Tetapi Anda keliatannya sehat ya, apa ini menekan?” bertanya hakim Emilia Djaja Subagia.

“Telah menekan sebab sebenarnya kata dokter otak syaraf, saya harusnya dirawat Desember,” katanya.

Emilia minta surat referensi dari rutan untuk memberi izin rawat inap ke Karen. Akan tetapi pengacara menjelaskan dokter rutan menyerahkan semua pada RSPAD.

Mejelis hakim pun minta dokter pakar syaraf yang akan mengatasi Karen saat dua hari bisa didatangkan di persidangan. Karena, hakim Emilia menjelaskan butuh memperhitungkan izin rawat inap Karen sebab terdapatnya pembantaran untuk bermalam di RS.

“Sebelum saya ditahan, otak saya biasa saja, tetapi dengan ada saya ditahan dengan sebagian orang di dalamnya itu, dengan oksigen yang dikit, mengakibatkan otak saya mengecil,” jelas Karen.

Hakim tunda putusan izin rawat inap Karen sampai team pengacara membawa dokter bersama surat referensi komplet untuk memutukan permintaan izin itu.

Karen didakwa jaksa merugikan keuangan negara Rp 568 miliar atas investasi participating interest Blok Basker Manta Gummy (BMG) di Australia. Investasi Pertamina di Blok BMG dipandang jaksa melanggar mekanisme investasi yang ditata dalam UU Nomer 19 Tahun 2003 mengenai BUMN serta ketetapan dasar investasi yang lain.

Dalam surat tuduhan di jabarkan Pertamina tidak mendapatkan keuntungan dengan ekonomis melalui investasi di Blok BMG. Karena, semenjak 20 Agustus 2010, ROC sebagai operator di Blok BMG hentikan produksi dengan fakta lapangan itu tidak ekonomis kembali.

About admin