Home / Berita Umum / Najib Di Dakwa Tersangka Pencucian Uang

Najib Di Dakwa Tersangka Pencucian Uang

Najib Di Dakwa Tersangka Pencucian Uang – Bekas Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak kembali melakukan persidangan pada Rabu (8/8) ini. Ada tiga tuduhan penambahan yang dijeratkan pada Najib serta semua terkait dengan tindak pidana pencucian uang.

Seperti dikutip The Star serta Malay Mail, Rabu (8/8/2018), persidangan Najib diselenggarakan di Kompleks Pengadilan Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu (8/8) pagi waktu ditempat. Jaksa ditempat membacakan tiga tuduhan penambahan yang dijeratkan pada Najib.

Dalam sidang perdana 4 Juli lantas, Najib dijaring tiga tuduhan pelanggaran keyakinan serta satu tuduhan penyalahgunaan wewenang berkaitan dana 42 juta Ringgit punya SRC International, sisa unit perusahaan 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Najib sudah menyangkal semua tuduhan itu.

Pada Rabu (8/8) ini, Najib dijaring tiga tuduhan pencucian uang berkaitan dana keseluruhan 42 juta Ringgit (Rp 148 miliar) yang didapatkan dari aktivitas-aktivitas ilegal lewat Real Time Electronic Transfer Funds and Securities (Rentas). Saluran dana itu masuk ke rekening Najib dalam 3x transaksi.

Dalam tuduhan pertama, Najib didakwa lakukan pencucian uang sebesar 27 juta Ringgit (Rp 95, 2 miliar). Tuduhan ke-2 berkaitan pencucian uang sebesar 5 juta Ringgit (Rp 17, 6 miliar) serta tuduhan ke-3 berkaitan pencucian uang sebesar 10 juta Ringgit (Rp 35, 2 miliar).

Tuduhan pertama serta ke-2 dimaksud dikerjakan di AmIslamic Bank Berhad pada 26 Desember 2014, sedang tuduhan ke-3 dikerjakan pada 19 Februari 2015.

Sesudah tuduhan tuntas dibacakan dalam bhs Melayu, Najib mengatakan ‘paham’. Tidak ada info yang dikatakan Najib untuk menyikapi tuduhan penambahan. Selesai pembacaan tuduhan, hakim Azura Alwi mengijinkan jaksa melanjutkan masalah ini ke Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur.

Tiga tuduhan pencucian uang itu tidak mematuhi masalah 4 ayat 1 Undang-undang (UU) Antipencucian Uang, Antipendanaan Terorisme serta Dari hasil Kegiatan Tidak mematuhi Hukum Tahun 2002 (AMLATFPUAA).

Atas tuduhan itu, Najib terancam hukuman maximum 15 tahun penjara serta hukuman denda maximum 5 juta Ringgit (Rp 17, 6 miliar) ataukah tidak kurang dari lima kali lipat jumlahnya keseluruhan dana yang ikut serta pencucian uang.

Untuk empat tuduhan yang awal mulanya dijeratkan ke Najib pada Juli lantas, dia terancam hukuman maximum 20 tahun penjara untuk tiap-tiap tuduhan.

About admin