Home / Berita Umum / Satu Pertirtaan Kuno Di Tolak Warga Untuk Renovasi

Satu Pertirtaan Kuno Di Tolak Warga Untuk Renovasi

Satu Pertirtaan Kuno Di Tolak Warga Untuk Renovasi – Satu pertirtaan kuno diketemukan di Dusun Sendang, Desa Manikrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, April kemarin. Akan tetapi situs itu tidak kunjung dieskavasi sebab penolakan masyarakat.

” Situs Manikrejo, itu petirtaan. Kami hentikan riset sebab masyarakat menampik. Kami tidak dapat memaksa, jika masyarakat menampik ya tidak dikerjakan eskavasi, ” kata Kepala Unit Penyelamatan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto, Nugroho Harjo Lukito, Rabu (26/9/2018) .

Menurut Nugroho, masyarakat menampik ekskavasi sebab cemas bila situs itu dipugar, maka berlangsung perihal yang tidak diharapkan.

” Murni sebab aspek non-teknis. Ada argumen klenik. Info dari Dinas Pariwisata serta pihak desa ditempat ada kontroversi berkaitan eskavasi. Masyarakat takut dengan mistis memengaruhi kehidupan penduduk seputar, takut ada dampak negatif. Ya kami tidak mau berlangsung pertentangan antarwarga. Jika dengan tehnis, tidak ada permasalahan, ” terangnya.

Nugroho memberikan, masyarakat memang memiliki hak menampik proses ekskavasi situs purbakala yang berada di daerahnya, seandainya situs itu dijaga serta jangan pernah dirusak.

” Jika masyarakat tidak inginkan ya tidak apa-apa. Prinsipnya kami akan bekerja bila masyarakat menyepakati. Seandainya masih dijaga, ” pintanya.

Karena itu, Nugroho tidak dapat meneruskan riset serta analisis berkaitan petirtaan kuno itu, hingga belumlah bisa diyakinkan petirtaan itu datang dari waktu kerajaan apakah.

” Situs Manikrejo belumlah dapat diarahkan ke waktu apakah sebab temuannya minim. Ada penemuan mata uang tetapi tulisannya telah aus. Belumlah ada relief yang diketemukan untuk tunjukkan periodesasinya. Tetapi ada kuat dugaan itu dari waktu sebelum Majapahit, ” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan Agung Mariyono juga membetulkan ada penolakan eskavasi dari masyarakat.

” Semenjak awal penemuan, kami langsung laporan ke BPCB. Kami juga kerahkan pompa untuk kuras air untuk menolong penggalian. Tetapi sesudah berjalan beberapa waktu, ada penolakan masyarakat, ” tutur Agung.

Penemuan situs petirtaan di Dusun Sendang, Desa Manikrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, dilaporkan pada 30 April 2018. Penemuan itu berbentuk kolam ada di dalam persawahan dibawah pohon-pohon besar berumur tua. Bangunan petirtaan kuno itu prediksikan seluas 33 x 15 mtr. akan tetapi beberapa masih tetap terkubur tanah.

Sebelum didapati ada bangunan purbakala, masyarakat menganggap kolam tua biasa. Masyarakat juga manfaatkan air kolam untuk irigasi serta mandi. Bahkan juga beberapa masyarakat manfaatkan air kolam untuk penyembuhan lewat cara berendam

About admin